Mempertahankan Budaya Tegur Sapa

0
1073

Perkembangan zaman yang berkembang pesat, baik teknologi informasi, ekonomi, mengakibatkan adanya perubahan social budaya di masyarakat. Dulu kita mengenal budaya mengirim surat, sahabat pena, namun kini sepertinya anak anak tidak lagi mengenal istilah sahabat pena, karena tergantikan dengan smartphone, email, short message, whatsapp, dan sebagainya.

Dinamika ekonomi yang juga menyumbangkan andil dalam naiknya tingkat kejahatan di masyarakat. terlebih adanya keterbukaan informasi memungkinkan masyarakat mengetahui segala informasi criminal dan peristiwa yang terjadi saat ini. Hal ini tidak pelak menimbulkan kekhawatiran, misalnya sikap anti terhadap orang asing, hati-hati kepada orang yang dianggap mencurigakan.

Akhirnya masyarakat menjadi lebih individual. Lebih asyik dengan urusannya sendiri, tidak nyaman jika dicampuri orang lain, dan tidak suka pula mencampuri urusan orang lain. Beberapa hal diatas menyebabkan masyarakat lupa pada budaya tegur sapa.

Hal ini bisa kita lihat misalnya di ruang tunggu rumah sakit, di halte bis, di ruang tunggu bank, dari 15 orang yang menunggu, berapa orang yang bermain gadget dan berapa orang yang berbincang dengan sebelahnya.

Atau ketika seseorang melewati jalan kampung, berapa orang yang lewat yang kemudian menyapa penduduk sekitar yang baranngkali sedang duduk-duduk di depan rumah mereka, dan berapa jumlah orang yang hanya lewat saja tanpa sekedar menganggukkan kepala.

Tegur sapa merupakan budaya khas Indonesia yang sebaiknya terus terjaga. Ia menunjukkan watak asli masyarakat Indonesia yang santun, saling menghormati, sopan, dan ramah.

Selain itu budaya tegur sapa ini bisa berdampak besar, kita mengenal siapa tetangga kita, semakin menambah jaringan, jika ada yang butuh bantuan akan semakin mudah terbantu. Dan hal ini juga menyadarkan bahwa kita tidaklah bisa hidup sendiri, dan membuka empati kita terhadap kondisi orang-orang di sekitar kita. ‘’Sesungguhnya orang orang mukmin itu bersaudara, maka bangunlah suasana damai di antara orang mukmin yang bersaudara itu, bertakwalah agar kamu selalu mendapat rahmat Allah’’ (Q.S Al hujurat ayat 10).

Tegur sapa menjadi sarana meningkatnya bangunan persaudaraan dalam islam, ukhuwah Islamiyah. Menjalani segala dinamika yang berkembang saat ini, ukhuwah menjadi sesuatu yang wajib dijaga agar kokoh dan kuat. 
Untuk itu marilah kita semua kembali membudayakan tegur sapa di masyarakat, untuk menjadi masyarakat yang santun, ramah, dan menguatkan banguan ukhuwah Islamiyah.
(Sofi nuria melati-dept. Dakwah PDNA Sleman)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here