Membiasakan Kebiasaan Baik pada Anak Sejak Awal

0
243

Biasakan kebiasaan baik pada anak sejak awal sebisa mungkin. Bangun tidur langsung tumpuk bantal, lipat selimut. Mandi dulu baru makan, agar ketika bergabung meja makan sudah dalam keadaan rapi dan wangi. Mandi tidak terlalu lama, menggunakan air & sabun secukupnya. Makan sendiri, pakai tangan kanan, dengan bismillah. Medical check up setahun sekali, ke dokter gigi setiap 6 bulan. Setiap selesai dari wc selalu mencuci tangan. Wudhu sebelum tidur, baca doa, menghadap ke kanan. Bicara jujur, memberi jika bisa, berperilaku sopan. Pakai pakaian terbaik jika ke masjid & shalat tepat waktu. Murah senyum & memiliki hobi menimba ilmu. Adaptif sesuai keadaan, namun tidak larut dengan trend terkini. Dzikir setelah shalat, puasa sunnah dan stiap jumat baca al-kahfi. Hidup bersih, sederhana, & makan sehat. Pastikan setiap ilmu & gerak selalu bermanfaat.

Biasakan kebiasaan baik pada anak sejak awal, selagi bisa. karena jika tidak, Anda belum tentu cukup usia untuk sempat membetulkannya. Orang yang akan ‘kebebanan’ anak-anak itu akan kerepotan jadinya, dengan kebiasaan-kebiasaan buruk yang anda latih tanpa sengaja. Kalau perginya cuman keluar kota beberapa hari saja, okelah. Kalau selamanya, gimana? bukankah kita bisa diambil tiba-tiba? seketika? Membiasakan kebiasaan baik pada anak sejak awal akan membuat hidup anda jauh lebih mudah. Pasangan mereka juga kelak berterima kasih atas pengasuhan anda yang prima. Cucu-cucu akan otomatis dibesarkan oleh orangtua yang sudah memiliki kebiasaan baik sepanjang hari & hidupnya. Belum lagi kalau kita inget pahala yang mengalir tanpa diminta, dari mengajarkan kebaikan pada sesama. Dan matematika Allah kan tidak seperti hitung-hitungan manusia. Nikmatnya dari dunia sampai ke surga.

Biasakan kebiasaan baik pada anak sejak dini. Kebiasaan harus dibentuk dan memang tidak cukup dilatih 1-2x. Tapi setelah terbentuk, susah juga merubahnya. Jadi mendingan dibuat baik dari awalnya. Karena kalau buruk, jadi 2 kali kerja. Dan merubah manusia sulitnya luar biasa. apalagi semakin tua, semakin pintar, biasanya semakin keras kepala. Hal tersulit dalam melakukan hal ini adalah anak-anak membutuhkan contoh yang baik dulu. Karena mereka hanya meniru, tidak mungkin bayangan berdiri tegak ketika bendanya bengkok dan layu. (Sarra Risman)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here