Beri Edukasi Tentang Pemilu, PWNA Gelar Dialog dengan Generasi Milenial

0
300

Harianjogja.com, JOGJA – Pimpinan Wilayah Nasyiatul Aisyiyah (PWNA) DIY akan menggelar Dialog Pemuda Mencari Pemimpin yang Ideal, dengan mengangkat tema khusus Milenial Cerdas Memilih di Bale Kanoman Jalan Ki Ageng Pemanahan, Kragilan, Banguntapan, Bantul, Sabtu (9/3/2019). Kegiatan itu untuk memberikan edukasi kepada para generasi muda terkait pelaksanaan pemilu dan wawasan politik secara umum.

Ketua 1 PWNA DIY Hanifa Kasih menjelaskan kegiatan ilmiah itu untuk memberikan wawasan sekaligus edukasi kepada generasi muda atau saat ini lazim disebut generasi milenial terkait pemilu. Apalagi kaum muda sering kali kurang memiliki kepedulian terhadap pemilu hingga akhirnya mereka memilih untuk golput.

“Saat ini banyak pemuda yang pesimis adan kurang peduli terhadap pemilu, bahkan ada semacam gerakan golput ini kan sayang, melalui kegiatan ini kami berusaha memberikan pendidikan politik. Harapannya, mereka memiliki wawasan tentang pentingnya memberikan suara,” terangnya saat berkunjung di Kantor Harian Jogja, Jumat (8/3/2019).

Hanifa mengatakan, diskusi itu akan menghadirkan sejumlah pakar dan praktisi. Mulai dari Badan Pengawas Pemilu, akademisi yang membidang ilmu politik serta dari Pimpinan Pusat Nasyiatul Aisyiyah. Pihaknya menyasar peserta diskusi dari kalangan pelajar dan mahasiswa di wilayah DIY. “Kebetulan ini gratis dan kami mengajak para pelajar dan mahasiswa. Harapannya mereka tidak lagi pesimis terhadap pemilu dan tidak golput,” ujarnya.

Ketua Departemen Pendidikan PWNA DIY Endah Marhenis menambahkan generasi muda harus ambil bagian dalam Pemilu 2019, apalagi saat ini ada lima yang dipilih, mulai dari calon anggota legislatif dari level daerah hingga pusat dan presiden. Dialog itu memang untuk merespon adanya isu golput, sehingga para pemuda bisa tergugah memberikan suaranya. Dalam kesempatan itu akan dihadirkan sejumlah caleg dari kaum muda untuk memberikan pandangan mereka.

“Kami akan menyuguhkan bahwa politik itu seseram yang kadang dibayangkan oleh anak muda. Selama ini kan sering malas menyimak politik, kami akan mengemas dialog sesuai dengan keinginan anak muda, harapannya para pemuda ini bisa terbuka,” katanya.

Setelah dialog itu, pihaknya akan melanjutkannya dengan program Sekolah Politik dengan peserta yang terbatas. “Kadang politik memang terlalu sensitif sehingga anak muda kurang terbuka, kami berharap mereka bisa andil dalam politik ini,” ucapnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here